Senin, 30 September 2013

Dibayangi Masalah Anggaran Amerika Harga Kedelai Turun

Berita komoditi hari ini datang dari harga kedelai berjangka yang mengalami kenaikan pada hari ini dan melanjutkan penguatan sejak kemarin. Kenaikan harga komoditi pangan tersebut disebabkan oleh adanya sentimen spekulasi mengenai curah hujan di Midwest yang akan masih berlanjut untuk pekan ini. Dengan adanya spekulasi tersebut maka curah hujan di beberapa negara bagian di Midwest akan berlanjut sejak awal pekan ini.

Disaat yang bersamaan, proses penanaman bibit kedelai di AS diperkirakan akan mengalami perubahan jadwal setelah sebelumnya dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal bulan Oktober. Sedangkan menurut Departemen Pertanian AS memperkirakan bahwa waktu penanaman kedelai akan diundur pada pertengahan bulan Oktober seiring dengan curah hujan yang tinggi saat ini.

Harga kedelai berjangka saat ini mengalami kenaikan sebesar 0,3% menjadi 13,165 dollar per bushel. Sedangkan harga jagung mengalami kenaikan 0,2% menjadi 4,4975 dollar per bushel.

Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga kedelai diperkirakan akan masih berpeluang mengalami kondisi yang labil. Apalagi Departemen Pertanian AS menyatakan bahwa panen kedelai tahun ini akan lebih banyak sebesar 4,4% dibandingkan tahun lalu. Kisaran logis bagi harga kedelai akan berada pada kisaran level 13,00 – 13,100 dollar per bushel.

Harga kedelai turun , menutup keuntungan yang dicapai selama satu kuartal pertama dalam setahun , juga terganggu akan kemungkinan shutdown pemerintah AS yang dapat mengganggu inspeksi tanaman, sementara cuaca menguntungkan bisa meningkatkan prospek panen. Harga jagung dan gandum turun .

Kedelai untuk pengiriman November turun sebanyak 0,8 persen menjadi $ 13,09 per bushel di Chicago Board of Trade dan diperdagangkan di $ 13,1075 pada 11:29 di Singapura . Harga sudah naik 4,7 persen sejak akhir Juni .

Pemerintah AS menghadapi risiko shutdown pertama dalam 17 tahun mulai besok karena kebuntuan anggaran , dan kecuali perbedaan dapat diselesaikan, sebanyak 800.000 pegawai federal akan cuti . Cahaya hujan moderat terlihat di Midwest Barat melalui Plains tenggara pada 28 September , dengan tren kering di tempat lain , DTN mengatakan dalam sebuah perkiraan yang dikeluarkan pada tgl 27 September .

Jagung untuk pengiriman Desember turun 0,2 persen menjadi $ 4,53 per bushel di Chicago . Harga jagung sudah kehilangan 11 persen sejak akhir Juni , menuju retret kuartalan berturut-turut itu akan menjadi kemerosotan terpanjang sejak 2009 .

Gandum untuk pengiriman Desember turun 0,3 persen menjadi $ 6,8125 per bushel di Chicago . Harga sudah naik 3,6 persen sejak akhir Juni.

Rabu, 25 September 2013

Akibat Cuaca Kering, Harga Kedelai Naik

Berita komoditi kali ini datang dari penutupan sesi perdagangan di CBOT dini hari tadi yang mengabarkan bahwa harga kedelai berjangka mengalami kenaikan setelah selama tiga hari berturut-turut sebelumnya terjerumus di teritori negatif (25/09). Harga komoditas tersebut terangkat di tengah sinyal bahwa tanaman kedelai di AS tidak mendapatkan manfaat dari curah hujan yang terjadi baru-baru ini. Berkebalikan dengan kenaikan harga kedelai, harga komoditas grains lain yaitu jagung dan gandum justru berakhir melemah.

Kondisi kedelai di AS tidak berubah per tanggal 22 September, dibandingkan dengan satu pekan sebelumnya. Hanya setengah tanaman yang dikategorikan dalam kondisi baik dan sangat baik. meskipun curah hujan yang cukup besar terjadi di kawasan penanaman kedelai, kondisi tersebut tampak tidak berpengaruh besar terhadap kondisi tanaman.

Harga komoditi kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan November mengalami kenaikan sebesar 0.6 persen dan ditutup pada posisi 13.16 dollar per bushel dini hari tadi. Harga telah mengalami penurunan selama 3 sesi berturut-turut sebelumnya.

Harga kedelai naik untuk hari kedua di tengah spekulasi bahwa hujan di Midwest tidak akan cukup untuk meningkatkan kondisi tanaman di AS, produsen kedelai terbesar dunia.

Bibit minyak untuk pengiriman November naik 0,4 persen menjadi $ 13,18 per bushel di Chicago Board of Trade pada 10:17 pagi di Singapura. Harga turun menjadi $ 13,0525 kemarin, terendah sejak 23 Agustus, sebelum ditutup 0,4 persen lebih tinggi.

Kondisi tanaman tidak berubah pada 22 September dari minggu sebelumnya, dengan 50 persen tanaman dinilai baik atau sangat baik, demikian data dari Departemen Pertanian AS. Sementara USDA mengharapkan panen tahun ini menjadi 4,4 persen lebih besar dari tahun lalu, lembaga ini memangkas proyeksi pada 12 September sebagai akibat kondisi kekeringan yang meluas di bagian Midwest.

Kedelai menuju kemajuan kuartalan pertama dalam setahun setelah mendaki selama enam dari tujuh minggu terakhir di tengah cuaca panas, kering di Midwest. Sejak awal tahun ini, harga telah turun 6,5 persen.

Harga jagung untuk pengiriman Desember tidak berubah pada $ 4,4875 per bushel di Chicago. Gandum untuk pengiriman Desember naik 0,2 persen menjadi $ 6,5925 per bushel.

Selasa, 17 September 2013

Hasil Produksi Gula di Brasil Dinilai Akan Menurun

Kembali mengenai kabar komoditi dunia tentang surplus gula global yang nampaknya mengalami penurunan yang signifikan seiring dengan peningkatan permintaan gula dari negara-negara berkembang mulai dari China hingga Indonesia. Tahun depan kedua negara ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan gulanya sehingga surplus akan terkikis.

Kenaikan konsumsi gula diperkirakan bisa mencapai angka 3 juta metric ton dibandingkan dengan antisipasi pada awal musim 2012-13 lalu. Sementara itu itu output gula saat ini diperkirakan mencapai angka 183 juta metric ton.

Saat ini surplus gula berada di sekitar 10 juta metric ton yang merupakan level rekor tertinggi. Akan tetapi impor gula dari Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan dua kali lipat tahun ini dan permintaan dari China juga akan mencapai rekor baru. Dengan adanya kenaikan permintaan ini artinya surplus gula global tidak lagi sebesar yang tampak.

Sementara itu Harga gula berjangka untuk perdagangan hari ini tercatat mengalami rebound. Harga komoditi lunak tersebut terangkat oleh adanya prediksi yang dikeluarkan oleh Czarnikow Group yang menyatakan bahwa produksi gula di Brasil untuk tahun depan akan mengalami penurunan menjadi 2 juta ton atau lebih rendah dibandingkan dengan prediksi produksi pada tahun ini yang diperkirakan akan sebesar 3,9 juta ton.

Sedangkan disaat yang bersamaan produksi gula di Brasil pada bulan ini diperkirakan akan mengalami gangguan mengingat curah hujan di Sao Paolo yang merupakan provinsi penghasil gula terbesar di Brasil sangat tinggi dalam sepekan terakhir. Menurut prediksi dari Badan Cuaca Brasil, curah hujan yang cukup tinggi akan masih melanda mayoritas daerah di Brasil untuk pekan depan.

Harga gula berjangka saat ini mengalami kenaikan sebesar 1% menjadi 16,68 sen per pon, harga kopi jenis arabika naik 0,9% menjadi 1,1785 dollar per pon dan harga kakao naik 0,1% menjadi 2569 dollar per ton.

Estimasi harga gula untuk hari ini diperkirakan akan masih mengalami kenaikan. Hal tersebut dipicu oleh laporkan tingkat pengangguran AS untuk bulan Agustus lalu yang mengalami penurunan sebesar 0,1% menjadi 7,3% dan data penyerapan tenaga kerja sektor swasta mengalami kenaikan sebesar 65 ribu orang menjadi 169 ribu orang di bulan Agustus.