Selasa, 26 November 2013

Sejak Kemarin Harga Tembaga Masih Melemah

Kabar komoditas mengenai harga tembaga berjangka untuk perdagangan kemarin tercatat mengalami penurunan. Komoditi logam bahan baku sektor industri tersebut disebabkan oleh adanya kekhawatiran mengenai kebijakan Fed yang akan menurunkan nominal stimulus ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang. Pasar khawatir bahwa kebijakan tersebut akan mengganggu kestabilan ekonomi terutama sektor moneter global dimana nilai tukar dollar terhadap mata uang mayoritas akan terus mengalami kenaikan.

Disaat yang bersamaan sentimen negatof juga datang dari kepastian mengenai langkah Iran yang menyetujui untuk mengurangi aktifitas penggunaan tenaga nuklir sebagai bahan energi beberapa sektor industri. Langkah yang diambil Iran tersebut dikhawatirkan akan menurunkan permintaan terhadap logam industri seperti tembaga.

Harga tembaga berjangka saat ini mengalami penurunan sebesar 0,6% menjadi 7051,25 dollar per metrik ton di London Metal Exchange. Harga tembaga pekan lalu sempat menyentuh level 7133,75 dollar per metrik ton yang merupakan level tertinggi sejak 12 November.

Sementara itu pergerakan harga tembaga berjangka untuk perdagangan hari ini (26/11) terpantau mengalami penurunan. Dalam perdagangan dua hari terakhir, harga tembaga belum mampu menunjukan indikasi penguatan seiring dengan masih kuatnya tekanan dari kemungkinan bahwa Fed akan memastikan kebijakan tapering stimulus ekonomi Amerika Serikat dalam jangka pendek.

Kepastian mengenai kebijakan tersebut akan kembali dibahas pada pertemuan Fed yang akan dilangsungkan pada 17-18 Desember mendatang. Kebijakan tapering dinilai sangat berpengaruh bagi sektor logam industri pada saat ini dimana penurunan nominal stimulus akan kurang maksimal dalam mendorong performa ekonomi AS.

Harga tembaga berjangka untuk saat ini mengalami penurunan sebesar 0,3% mmenjadi 7075,25 dollar per metrik ton di London Metal Exchange. Sedangkan di Shanghai Futures Exchange harga tembaga justru mengalami kenaikan sebesar 0,4% menjadi 50690 yuan atau 8320 dollar per ton.

Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga tembaga untuk jangka pendek dinilai akan masih berpotensi mengalami kenaikan. Jelang akhir tahun pasar masih menunggu rencana kebijakan ekonomi negara-negara industri besar dalam menghadapi tahun bisnis 2014 mendatang. Seperti yang sebelumnya dilakukan oleh China yang memiliki target pertumbuhan ekonomi negaranya sebesar 8%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar