Kabar komoditi mengenai harga tembaga berjangka untuk perdagangan hari ini (2/12) tercatat mengalami penurunan. Pelemahan pergerakan komoditi bahan baku industri tersebut disebabkan oleh adanya spekulasi bahwa kebijakan tapering stimulus ekonomi Amerika Serikat yang kemungkinan besar akan diberlakukan oleh Fed akan beresiko kepada tidak optimalnya program pendorongan perekonomian.
Tekanan negatif bagi harga tembaga untuk hari ini juga datang dari flatnya data ISM manufaktur China untuk bulan November lalu yang tetap berada pada posisi 51,4 poin. Kondisi tersebut menandakan bahwa sektor manufaktur China tidak mengalami sebuah perkembangan yang berarti pada bulan lalu.
Harga tembaga berjangka mengalami penurunan sebesar 0,6% menjadi 7012 dollar per metrik ton di London Metal Exchange. Sepanjang bulan lalu harga tembaga telah mengalami penurunan sebesar 2,7%.
Tren negatif rupanya kembali terjadi pada perdagangan harga tembaga. Pada hari ini (3/12) harga komoditi logam industri tersebut tertekan oleh adanya dampak dari laporan bahwa indeks London Metal Exchange yang terdiri dari 6 logam industri yang salah satunya tembaga mengalami penurunan sebesar 13%. Dan diprediksi untuk tahun 2014 akan masih berpeluang mengalami kenaikan pada harga alumunium dan tembaga.
Selain itu, hal lain yang menjadi faktor penekan harga tembaga ialah adanya sebuah dampak dari kekhawatiran pasar logam industri akan isyu tapering stimulus ekonomi Amerika Serikat yang rupanya akan dipastikan oleh Fed. Kebijakan tersebut dikhawatirkan akan berdampak penurunan optimaliasi dari kebijakan stimulus.
Harga tembaga berjangka saat ini mengalami penurunan 6975,75 dollar per metrik ton di London Metl Exchange. Sepanjang tahun ini harga tembaga mengalami penurunan 12%.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, pergerakan harga tembaga untuk hari ini diperkirakan akan masih berpeluang mengalami rebound jika data PMI manufaktur Inggris untuk bulan November yang lalu dilaporkan mengalami kenaikan. Selain itu pasar esok hari juga akan menantikan rilisnya data GDP kuartal ketiga Australia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar