Kabar komoditi mengenai harga jagung berjangka untuk perdagangan hari ini (11/12) terpantau mengalami pelemahan dalam dua hari terakhir. Pelemahan harga jagung berjangka saat ini disebabkan oleh adanya laporan bahwa jumlah produksi jagung global untuk tahun ini sampai dengan bulan Oktober lalu mencapai 964,28 juta metrik ton, level tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 962,83 juta metrik ton. Sedangkan dibandingkan pada bulan Oktober tahun 2012 hanya mencapai 862,88 juta metrik ton.
Kondisi tersebut memberikan sebuah spekulasi bahwa pada tahun 2014 mendatang jumlah produksi jagung global akan mengalami kenaikan mengikuti prediksi jumlah produksi gandum yang akan naik setelah dua negara produsen gandum terbesar yaitu Kanada dan Australia akan mengalami surplus produksi.
Harga jagung berjangka mengalami penurunan sebesar 0,3% menjadi 4,3475 dollar per bushel. Sedangkan harga gandum berjangka mengalami kenaikan 0,3% menjadi 6,4075 dollar per bushel.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa pergerakan harga jagung berjangka untuk perdagangan jangka pendek diperkirakan akan bergerak melemah tipis meski tidak menutup peluang akan mengalami rebound jika musim dingin yang terjadi di Amerika Serikat mengganggu proses produksi komoditas pangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar