Kabar komoditi pada akhir perdagangan di bursa komoditas London LME dan Comex di New York harga tembaga berjangka mengalami peningkatan dan membukukan rally terpanjang dalam tiga tahun belakangan (17/12). Harga tembaga mengalami peningkatan didukung oleh anjloknya pasokan hingga mencapai level paling rendah dalam 12 bulan belakangan, memberikan sinyal bahwa permintaan tembaga mengalami kenaikan seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global.
Pasokan yang diamati oleh bursa LME London, New York dan Shanghai menunjukkan terjadinya penurunan sebesar 24 persen sejak akhir September dan mencapai level paling rendah pada tanggal 14 Desember lalu.
Data industrial production di AS mengalami kenaikan di bulan November, terbesar dalam satu tahun. Sementara itu data yang sama di Eropa mengalami kenaikan yang lebih cepat dibandingkan dengan estimasi untuk bulan Desember ini.
Harga tembaga telah mengalami rebound 12 persen sejak mencapai level paling rendah dalam nyaris tiga tahun belakangan pada bulan Juni lalu.
Harga tembaga berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret di Comex mengalami peningkatan sebesar 0.5 persen dan ditutup pada posisi 3.3295 dollar per pon. Harga tembaga di New York tersebut telah membukukan rally selama tujuh sesi berturut-turut. Sementara itu di LME harga tembaga terpantau mengalami kenaikan sebesar 0.5 persen dan ditutup di posisi 7290 dollar per ton.
Sementara itu pergerakan negatif hari ini (17/12) melanda harga tembaga berjangka. Pasar logam industri rupanya masih melakukan aksi tahan posisi seiring malam ini akan dilangsungkan rapat Fed yang rencananya akan membahas sekaligus mengesahkan paket stimulus ekonomi Amerika Serikat yang akan mulai diberlakukan mulai tahun 2014 mendatang.
Selain itu, turunnya data PMI manufaktur China untuk bulan November sebesar 0,3 poin juga masih memberikan dampak yang negatif. Data tersebut juga diikuti oleh turunnya data sejenis di Perancis untuk bulan November lalu. Oleh karena itu, dengan adanya indikasi tersebut memberikan spekulasi bahwa permintaan tembaga akan mengalami penurunan dalam jangka pendek.
Harga tembaga berjangka mengalami penurunan 0,3% menjadi 7270 dollar per metrik ton di London Metal Exchange. Sepanjang tahun ini harga tembaga berjangka mengalami penurunan 8,3%.
Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting memprediksi bahwa harga tembaga berjangka sampai dengan malam ini diperkirakan akan masih berpeluang mengalami penurunan dengan kisaran harga antara level 7240 – 7260 dollar per metrik ton. Sore ini investor akan menantikan rilisnya data sentimen ekonomi Jerman untuk bulan November yang diprediksi akan mengalami kenaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar