Senin, 23 Desember 2013

Harga Kedelai Ditutup Melemah dari 1 Minggu Tertinggi oleh Potensi Naiknya Output

Berita komoditi mengenai harga kedelai berjangka untuk perdagangan kemarin tercatat mengalami kenaikan dan melanjutkan tren positif sejak perdagangan akhir pekan lalu. Cuaca kering dan tingginya temperatur rupanya masih terjadi pada Argentina yang merupakan produsen kedelai terbesar di kawasan Amerika Selatan. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak pekan lalu dimana temperatur di negara tersebut mencapai 37 derajat celcius.

Cuaca kering yang cukup panjang terjadi di Argentina dikhawatirkan akan berimbas kepada produksi kedelai di negara tersebut dan persediaan kedelai di kawasan Amerika Selatan. Apalagi kondisi cuaca yang sama diperkirakan juga akan melanda negara tetangga, Brasil yang juga merupakan produsen pangan seperti kedelai dan jagung.

Harga kedelai berjangka mengalami kenaikan 0,6% menjadi 13,3825 dollar per bushel. Level tersebut merupakan kenaikan tertinggi sejak 11 Desember lalu. Sedangkan harga jagung turun 0,4% menjadi 4,3175 dollar per bushel.

Harga kedelai berjangka terpantau mengalami penurunan dari level tertinggi dalam satu minggu belakangan pada sesi perdagangan di CBOT yang berakhir dini hari tadi (24/12). Harga komoditas tersebut melemah di tengah spekulasi bahwa curah hujan yang cukup tinggi di Brazil dan Argentina akan membantuk progress pertumbuhan tanaman.

Kelembaban udara yang baik akan kembali terjadi di kawasan penanaman kedelai di Brazil mulai tanggal 27 Desember mendatang. Sebelumnya kondisi cuaca kering dan suhu udara panas yang terjadi mengancam kondisi tanaman sehingga mendorong harga mengalami peningkatan yang signifikan.

Harga kedelai berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Maret mengalami penurunan sebesar 0.8 persen dan ditutup pada posisi 13.1975 dollar per bushel pada penutupan perdagangan di CBOT dini hari tadi. Harga sempat mengalami penurunan hingga ke level 13.3925 dollar yang merupakan harga paling tinggi untuk kontrak teraktif sejak tanggal 11 Desember lalu.

Sepanjang tahun 2013 ini harga kedelai telah mengalami penurunan sebesar 6.4 persen. Departemen Pertanian AS memprediksi bahwa output kedelai global akan mencapai level rekor tertinggi pada 284.9 juta metric ton.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga karet berjangka pada perdagangan selanjutnya akan cenderung mengalami penurunan terbatas, terutama jelang libur Natal yang membuat pasar sepi. Untuk hari ini harga komoditas tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 13.00 – 13.50 dollar per bushel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar